Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Tomat

Pengendalian hama dan penyakit adalah salah satu cara yang wajib dilakukan saat membudidayakan tanaman tomat. Jika dibiarkan, infeksi hama dan penyakit pada tanaman tomat dapat menyebabkan penurunan hasil panen bahkan menyebabkan tanaman mati.

Jenis hama yang biasa menyerang tanaman tomat bisa berupa ulat, kutu dan lalat. Sedangkan penyakit yang biasa menginfeksi tanaman tomat bisa berupa layu, busuk, infeksi virus ataupun bakteri. Cara pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat agar penanganannya bisa lebih efisien. Berikut ini beberapa jenis hama penyakit dan cara mencegah dan mengendalikannya:

Jenis dan Cara Pengendalian Hama

1. Ulat Buah 

Ulat Buah Tomat

Jenis hama yang seringkali menyerang tomat yaitu ulat buah. Ulat buah memiliki panjang tubuh sekitar 3-4 cm,  berwarna coklat dengan bintik-bintik kecil berwarna hitam dan ditutupi oleh bulu-bulu halus.

Salah satu penanda bahwa jenis hama ini telah menyerang tanaman tomat yaitu adanya lubang pada beberapa bagian tanaman tomat, seperti buahnya. Tomat yang telah diserang ulat buah biasanya akan ditemui lubang pada sekeliling permukaan buahnya dan lama-kelamaan mengalami pembusukan.

Cara pengendalian jenis hama tanaman tomat ini bisa dilakukan dengan memasang alat yang dapat memancarkan cahaya ultraviolet. Alat ini terbukti sangat efektif untuk membunuh ulat bersama telurnya, serta mencegah pertumbuhan gulma atau rumut liar di sekitar tanaman tomat.

2. Kutu Daun Thrips | Cara Pengendalian Hama

Kutu Daun Thrips Tomat

Kutu daun thrips  memiliki panjang sekitar 1-2 mm dan berwarna kuning dan hitam. Kondisi cuaca yang kering dan hangat mendukung pertumbuhan populasi jenis hama yang satu ini. Kutu daun thrips biasa menyerang bagian daun tomat dengan cara menghisap cairannya. Akibatnya, hal ini mengakibatkan proses fotosintesis tanaman tomat menjadi terganggu atau bahkan terhenti.

Tanda-tanda daun tomat terkena serangan kutu daun thrips yaitu daunnya perlahan berubah warna menjadi putih. Sementara itu, serangan yang sudah cukup parah bisa menyebabkan daun menjadi kering dan lama kelamaan akan mati.

Untuk mengendalikan jenis hama yang satu ini, Anda bisa menyemprotkan cairan insektisida sesuai dengan dosis yang telah ditentukan pada kemasannya. Sementara itu, untuk mencegahnya, bisa Anda lakukan dengan cara pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman tomat. Pasalnya, kutu daun thrips kebanyakan bersembunyi  pada gulma.

3. Kutu Daun Aphis 

Kutu Daun Aphis 

Kutu daun aphis memiliki ciri panjang tubuh sekitar 2 mm dan berwarna cokelat agak kehitaman. Kutu daun yang satu ini biasanya menyerang bagian bawah daun tomat.

Beberapa hal yang bisa menjadi penanada bahwa tanaman tomat telah diserang kutu daun aphis yaitu tanaman tomat menjadi kerdil atau berukuran kecil, serta daunnya yang jelek dan keriting. Jika dibiarkan, lama kelamaan daun tomat akan rapuh dan akhirnya gugur.

Selain itu, kutu daun aphis juga merupakan salah satu penyalur virus. Hal ini bisa mengakibatkan tanaman tomat menjadi lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus termasuk pada penyakit yang mematikan. Jika kutu daun aphis tidak segera dibasmi, maka tanaman tomat bisa mati.

Jenis hama ini bisa dikendalikan dengan melakukan penyemprotan akarisida dengan bahan aktif abamectin. Selain itu, untuk mencegah munculnya kutu daun aphis, Anda harus selalu menjaga area tanam tomat agar terhindar dari tanaman inang atau gulma.

4. Ulat Tanah | Cara Pengendalian Hama

Ulat Tanah | Jenis dan Cara Pengendalian Hama

Seperti namanya, jenis ulat yang satu ini seringkali menyerang bagian dasar tanaman tomat. Tanda jika ulat tanah sudah menyerang tanaman tomat yaitu bagian pangkal batangnya terpotong dan digerogoti oleh hama ini. Hal ini tentu bisa mengakibatkan tanaman tomat menjadi rusak atau bahkan mati.

Cara mengendalikan hama yang satu ini yaitu dengan melakukan sanitasi kebun dan penyemprotan insektisida sesuai dengan dosis yang benar.

5. Ulat Grayak 

Ulat Grayak 

Jenis ulat yang satu ini biasanya menyerang daun bersama-sama dalam jumlah yang banyak. Jenis hama ini umumnya menyerang tanaman tomat pada malam hari dengan memakan bagian daun dan buahnya. Tanda jika tanaman tomat telah terserang ulat grayak yaitu daunnya berlubang dan terdapat bercak-bercak putih.

Cara untuk mengendalikan jenis hama yang satu ini yaitu dengan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, metomil, profenofos, klorpirifos, dimehipo, dan kartophidroklorida.

6. Lalat Buah 

Lalat Buah 

Lalat buah berukuran sekitar 8 mm, berwarna hijau kehitaman dan memiliki sayap transparan. Biasanya, lalat buah desawa menyerang buah tomat dengan memasukkan telurnya ke dalam buah tomat. Telur-telur ini kenudian berkembang menjadi larva dan menggerogoti buah tomat hingga membusuk.

Cara pengendalian lalat buah ini bisa dilakukan dengan pengaplikasian sexpheromone atau jebakan lalat. Selain itu, Anda juga dapat menyemprotkan insektisida berbahan aktif  deltametrin, sipermetrin, dimehipo, klorpirifos, kartophidroklorida, metomil, atau profenofos.

Baca Juga : Cara Membuat Jus Tomat Untuk Diet | Simpel, Praktis dan Mudah

Jenis dan Cara Pengendalian Penyakit

Selain hama, tanaman tomat juga dapat terserang berbagai macam penyakit. Biasanya, penyakit pada tanaman tomat muncul karena kurang terawatnya area tanam. Keberadaan gulma serta banyaknya genangan air di area tanam tomat bisa menjadi salah satu pemicu serangan penyakit pada tanaman tomat.

1. Layu Fusarium

Salah satu penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat yaitu layu fusarium. Penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur Fusarium oxysporum. Pada awalnya jamur ini menyerang dari bagian akar kemudian menjalar hingga melewati jaringan pembuluh. Penyakit ini ditandai dengan jaringan pembuluhnya yang berwarna kecoklatan.

Bagian jaringan pembuluh yang terserang penyakit fusarium dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air dari akar ke daun sehingga batang dan daun tanaman tomat menjadi layu. Saat malam hari, tanaman tomat akan terlihat segar, namun saat siang hari dan terkena sinar matahari , maka terjadi proses penguapan sehingga tanaman tomat dengan cepat menjadi layu. Pada sore hari, tanaman tomat akan kembali segar dan keesokan harinya  layu kembali hingga akhirnya mati.

Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa menggunakan benih unggul yang lebih tahan terhadap penyakit. Selain itu, Anda juga dapat menngendalikannya dengan pemberian mulsa plastik pada lahan budidaya tanaman tomat. Pemberian mulsa ini bisa mengurangi perkembangan jamur dalam tanah.

2. Busuk Daun

Cara Mengatasi Busuk Daun Tomat | KampusTani.Com

Penyakit yang biasa menyerang tanaman tomat selanjutnya yaitu penyakit busuk daun. Jenis penyakit tanaman yang satu ini disebabkan oleh jamur Phytophthora infestans. Biasanya, penyakit ini menyerang tanaman tomat yang tumbuh di daerah dataran tinggi.

Serangan penyakit ini ditandai dengan adanya bercak coklat kehitaman pada daun tomat. Awalnya, penyakit ini menyerang bagian ujung, dan lama kelamaan menyebar ke seluruh permukaan daun hingga mencapai bagian tangkainya.

Tanaman tomat yang sudah terserang penyakit ini harus segera dimusnahkan dengan cara dibakar. Selain itu, lakukan penyemprotan fungisida pada tanaman tomat agar tidak mudah terserang penyakit busuk daun. Dalam budidaya tanaan tomat, sebaiknya gunakan benih tomat dari varietas unggul dan bebas jamur.

3. Busuk Buah

Penyebab Busuk Pantat Buah Tomat dan Pengendaliannya

Tanaman tomat juga dapat terserang penyakit busuk buah. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Thanatephorus cucumeris yang menyerang pada buah tomat. Buah tomat yang sudah terserang penyakit ini biasanya ditandai dengan bercak kecil berwarna kecoklatan. Bercak ini kemudian akan membesar dan mencekung hingga bagian tengahnya menjadi retak.

Penyakit busuk buah juga dapat disebabkan oleh cendawan Colletotrichum coccodes dan ditandai dengan munculnya bercak kecil berair berbentuk bulat dan cekung serta pada pangkal buahnya terdapat bercak keunguan.

Jenis penyakit ini bisa dikendalikan dengan penggunaan benih yang resisten atau tahan terhadap penyakit. Tanaman tomat yang telah terserang penyakit ini sebaiknya langsung dimusnahkan dengan cara dibakar untuk memutus siklus hidup cendawannya. Selain itu, Anda juga dapat melakuakn penyemprotan fungisida berbahan aktif  kaptafol.

4. Bercak Bakteri

Penyakit Tomat dan Cara Pengendaliannya Baca Di Sini

Selain itu, tanaman tomat juga dapat terserang penyakit bercak bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas vesicatoria yang bisa menyerang baginag daun, batang dan buah tanaman tomat. Infeksi penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak berair pada buah tomat yang lama kelamaan akan berubah menjadi bercak bergabus, daunnya yang keriting dan mengering dan batangnya berwarna keabu-abuan.

Cara pengendalian penyakit bercak bakteri bisa dilakukan dengan menggunkan benih dari varietas unggul yang bebas dari penyakit. Tanaman tomat yang telah terserang penyakit ini sebaiknya langsung dimusnahkan dengan cara dibakar dan dilakukan penyemprotan bakterisida yang mengandung antibiotik.

Tanaman tomat yang sudah terserang penyakit biasanya akan sulit untuk dikendalikan. Oleh sebab itu, Anda harus segera melalukan langkah pencegahan yang tepat sebelum penyakit menyerang tanaman tomat Anda. Langkah pencegahan yang paling sederhana yaitu dengan menjaga kebersihan area tanam serta menghindarkannya dari gulma. Selain itu, lakukan penyemprotan insektisida, fungisida dan bakterisida untuk mencegha datangnya hama dan penyakit pada tanaman tomat.

Demikian cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tomat, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang atau akan memulai membudidayakan tanaman tomat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *