Bagaimana Cara Pengolahan Air Gambut? Simak Penjelasan Berikut Ini

pengolahan air gambut

Pengolahan air gambut – Air gambut di Kalimantan Tengah berwarna kecoklatan karena tingginya kandungan zat organik yang menimbulkan bau, kekeruhan dan rasa asam pada air, sehingga tidak layak untuk digunakan sebagai air murni. Pengolahan air gambut menjadi air bersih dapat dilakukan dengan metode koagulasi-flokulasi.

Selain itu, kandungan logam besi dan mangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan air tawar pada umumnya juga berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, pada setiap tahapan pengolahan air gambut harus memperhatikan karakteristik fisik, kimia dan biologi dari air gambut itu sendiri, kata Sutapa mengacu pada beberapa temuan penelitian air gambut seperti Wattanachiral, Van der Leeden dan Hauser.

Dibandingkan dengan air permukaan tawar lainnya, air gambut perlu diperlakukan secara khusus dengan menambahkan lebih banyak langkah pengolahan. Teknologi pengolahan air gambut (IPAG) yang dipelopori oleh LIPI memungkinkan lahan gambut memiliki instalasi pengolahan air gambut untuk penyediaan air minum. Pengenalan teknologi ini dalam skala yang lebih luas dipandang perlu untuk mendukung program peningkatan pelayanan air bersih di wilayah tersebut.

Baca Juga Resep Cara Buat Boba dari Tepung Tapioka Simpel

Pengolahan Air Gambut

1. Tempat penampungan awal (Intake Unit)

Proses penjernihan air bersih di unit ini disebut juga Sadap Air. Instalasi ini dirancang untuk mengumpulkan air dari sumber aslinya. Shelter ini dilengkapi dengan filter mesh. Filter ini berfungsi sebagai pre-filter untuk objek bawah air seperti pohon, dedaunan, dan objek lainnya.

2. Instalasi pengolahan air (Water Treatment Unit)

Dalam proses penjernihan air murni di blok ini, air di primary storage akan diproses kembali dalam beberapa tahap:

a. Proses koagulasi
Dalam proses penjernihan air murni pada tahap ini, air dari tangki asal (reservoir) diolah dengan menambahkan tawas (aluminium) atau zat yang mirip dengan garam besi (garam besi), atau dengan menggunakan sistem pengadukan cepat.

Air kotor yang berasal dari reservoir di permukaan bumi mengandung partikel koloid yang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi. Untuk mencegah partikel mengendap dengan sendirinya. Tujuan dari proses ini adalah untuk memecah partikel-partikel koloid sehingga membentuk partikel-partikel kecil tetapi sulit yang masih sulit untuk mengendap.

b. Proses flokulasi
Pada tahap ini, kekeruhan air dihilangkan dengan aglomerasi partikel kecil menjadi partikel yang lebih besar (Floc Particles). Pose ini bertujuan untuk mendapatkan partikel yang besar sehingga mengendap dengan sendirinya akibat gravitasi. Proses flokulasi atau proses flokulasi juga dilakukan dengan pengadukan lambat.

c. Proses Sedimentasi
Pada tahap ini, partikel yang telah terbentuk secara alami diendapkan ke dasar tangki. Massa jenis partikel (serpihan) lebih besar dari massa jenis air itu sendiri. Kemudian air akan masuk ke tahap filtrasi pada tahap filtrasi di unit filtrasi.

d. Proses filtrasi
Setelah melewati proses sedimentasi, air akan disaring dengan bahan filter yang terdiri dari pasir silika dan pasir halus. Pada tahap ini, bahan larut dan tidak larut akan hilang dan disaring melalui media filter. Diperlukan proses tambahan sebelum air diumpankan ke tangki akhir, yaitu:

  • Proses pertukaran ion
    Proses ini dirancang untuk menghilangkan kontaminan anorganik yang tidak dapat dihilangkan selama filtrasi dan sedimentasi. Zat dihapus dalam proses ini termasuk arsenik, kromium, kelebihan fluorida, nitrat, radium dan uranium.
  • Proses penyerapan
    Pada tahap ini, ditambahkan berupa karbon aktif ditambahkan ke dalam air. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan polutan organik penyebab rasa, bau dan warna.
  • Proses desinfeksi
    Air yang telah melewati semua proses di atas akan didesinfeksi sebelum dikirim ke tangki terakhir. Proses ini membutuhkan penambahan bahan kimia klorin (klorin), yang membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya di dalam air.

3. Bagian Penampungan Akhir (Reservoir)

Setelah air melalui proses di atas, air siap digunakan di tempat umum. Air ditampung di reservoir terakhir sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Selain itu, alat tersebut juga dapat digunakan sebagai alat pemanen air hujan (PAH). Untuk provinsi kalimantan tengah provinsi kalimantan selatan merupakan kawasan gambut dengan curah hujan yang banyak, alat ini dapat digunakan sebagai alat penjernihan air gambut.

Ternyata keberhasilan alat ini bukan terletak pada teknologinya, melainkan kesiapan penggunaannya, karena alat teknis tersebut bisa digunakan untuk mengolah air gambut atau air sungai yang keruh.

Selanjutnya artikel menarik lainnya untuk disimak Cari Tahu Manfaat dan Bahaya Buah Pinang Untuk Kesehatan Kita

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *